Rabu, 14 Maret 2012

GEMOLOGI

Gemologi adalah salah satu cabang disiplin ilmu dari geologi (khususnya mineralogi) yang mempelajari teknik identifikasi, klasifikasi dan penilaian terhadap kualitas batu permata. Ia adalah pembelajaran sifat-sifat dasar (optik dan fisik)batu permata dengan mengunakanperalatan dasar (standar) gemologi: 10x lensa tangan (kekeran),  mikroskop, refraktometer, polariskop, dikroskop, filter chelsea, spectroskop dan  lampu ultraviolet pendek/panjang, pengukur, timbangan berat jenis. Orang yang terlatih di bidang gemologi disebut ahli/pakar gemologi.
Mereka biasanya mempunyai title khusus:
GG (Graduate Gemologist) dari Gemological Institute of America GIA;
AG (Accredited Gemologist) dari Canadian Institute of Gemmology CIG;
AG (Accredited Gemologist) dari Asian Institute of Gemological Sciences AIGS;
CG (Certified Gemologist) dari American Gem Society AGS;
RG (Registered Gemologist) dari International School of Gemology ISG;
PG (Proffessional Gemologist) dari International Gem Society IGS;
Basic Gemmologists dari SSEF Swiss Gemmological Institute;
HRD Graduate Gemologist dari HRD Institute of Gemmology;

Tetapi ada banyak institusi lain yang hanya memberikan “Diploma/Certificate in Gemology” tanpa adanya suatu title.
Selain peralatan dasar gemologi yang tersebut diatas, peralatan gemologi canggih lain juga digunakan: UV/VIS/NIR Spectrophometer, FTIR or IR Spectroscope, Raman Spectrometer, Luminoscope, X-ray Fluorescence. Electron Microprobe, Scanning Electron Microscope, Radiograph, Diffractometer and Liquid Nitrogen Immersion. Tetapi mereka adalah untuk para ahli gemologi yang berada di laboratorium gemologi yang memiliki pendidikan lebih lanjut.
Saat ini pembelajaran dan perdagangan Batu Permata (Batumulia = Batu Aji = Permata) secara umum dibagi menjadi dua kelompok, BERLIANdan BATU PERMATA BERWARNA. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pada penilaian kualitas (warna dan inklusi: Berlian dinilai karena keputihan warnanya {kecuali Berlian Berwarna} dan tidak adanya inklusi; Penilaian pada Batu Permata Berwarna  justru karena warnanya dan inklusi dapat diterima) dan kondisi pasar (Harga berlian dikontrol oleh De Beers, tetapi harga Batu Permata Berwarna berfluktuatif tergantung pada suplai yang ada) .
Mutiara juga mulai mendapatkan haknya.
Di era gemologi moderen, istilah Permata Batu Mulia dan Permata Batu Setengah Mulia sebaiknya tidak digunakan lagi. Hal ini dikarenakan definisi semacam ini bisa berubah dengan waktu (mis. persepsi yang terpengaruh oleh pemasaran dan suplai pasar), berbeda karena kultur dan tradisi (mis. kesukaan pada warna dan kilap tertentu) dan tergantung banyak faktor lain (mis. adanya banyak mirah dan safir biru jelek yang bernilai lebih rendah dari sebutir biduri delima dan topas biru).
Sebagian besar batu permata adalah mineral. Mineral adalah zat padat anorganik homogen yang terjadi secara alami dan memiliki komposisi kimia tertentu, tetapi tidak selalu sama, serta memiliki struktur atom internal yang khas.  Dalam kata lain, mineral adalah zat padat anorganik alami yang memiliki atom tertentu yang tersusun teratur dan seragam dikenal sebagai struktur kristal. Mereka dibilang kristalin dan disebut kristal. Ada sekitar 4000 mineral yang dikenal dan diproduksi oleh bumi kita. Tetapi kurang dari 100 bisa dianggap sebagai batu permata.
Untuk bisa menjadi batu permata, suatu mineral seharusnya memiliki tiga sifat dasar berikut ini: KEINDAHANKETAHANAN danKELANGKAAN.
Perhatikan kata yang digunakan adalah “seharusnya” dan bukan “harus”. Kunzite adalah sebuah mineral yang indah dan tidak biasa, tetapi peka cahaya. Sebagai batu permata, ia lebih disukai digunakan untuk acara malam. Oleh karena itu ada yang menyebutnya “permata malam”. Fluorite adalah sebuah mineral indah yang memiliki kekerasan dan ketahanan rendah. Sebagai batu permata, ia di rekomendasikan dipakai pada anting dan liongtin dimana kekasaran sehari-hari lebih dikit.
Tidak semua batu permata memiliki susunan atom internal yang teratur dan seragam (struktur kristal). Batu permata kelompok ini dibilang amorf dan disebut “mineraloid”. Opal dan obsidian (batu beku) adalah contohnya,
Ada beberapa batu permata yang organik, seperti amber, jet, mutiara, koral dan gading. Mereka adalah hasil biologis (berasal dari tanaman atau binatang).
Beberapa batu permata adalah batuan. Batuan adalah agregat (kumpulan) beberapa mineral dan/atau “mineraloid” yang terjadi secara alami.
Karena kemajuan pesat teknologi di bidang peningkatan mutu batu permata (membuat penampilan lebih indah dan/atau tahan) dan pembuatan permatsintetispengetahuan mengenai gemologi lebih diperlukan sekarang dibanding dulu.
Sejak dahulu kala, batu permata dipakai sebagai perhiasan karena kecantikannya, sebagai lambang kedudukan (kekayaan, kekuasaan dan prestasi) karena nilai keuangannya dan/atau karena hal daya mistik dan cerita-cerita legenda yang berkaitannya. Batu permata juga digunakan sebagai benda hias (patung, pot kembang...).

0 komentar:

Posting Komentar